Senin, 22 Maret 2021

Perempuan Gunungkidul Banyak Memilih Gantung Diri

Pelaku  gantung diri di Gunungkidul antara Januari-Maret 2021 berdasarkan catatan sementara didominasi oleh warga berjenis kelamin perempuan.  


Dari 12 pelaku tercatat bahwa delapan orang atau 75% berjenis  perempuan sementara 4 atau 25% sisanya berjenis laki-laki. 


Dilacak dari berbagai sumber daftar nama pelaku gantung diri pada triwulan pertama 2021 adalah sebagai berikut.


Jakinem 76, Mariyem 75, Kasminah 41, Waginem 71, Sukiyah 62, Mijem 80 Painem 78 serta Siti Rohani 55 tahun. 


Sementara itu pelaku laki-laki masing-masing adalah  Margiyo 77, Raji 84, Tony Putra 21 serta Ngadi 40 tahun. 


Suharno  Wakil Ketua DPRD Gunungkidul menganalisa mengapa perempuan banyak menjadi pelaku bunuh diri karena peran perempuan di rumah tangga lebih dominan. 


"Perempuan fokus mengurus tata kelola keluarga. Begitu ada tekanan eksternal mereka sensitif mudah patah semangat dan memilih gantung diri", ulas Suharno  Senin 22-3-2021.   


Dari sudut pandang fitrah manusia Ari Siswanto anggota Komisi B DPRD Gunungkidul menyatakan bahwa perempuan lebih rentan dibanding laki-laki.


"Itu sebabnya dimunculkan undan-undang perlindungan  perempuan dan anak," kata Ari Siswanto.   


Menurutnya perlindungan perempuan dan anak  itulah yang semestinya dilakukan secara optimal sebagai salah satu upaya menekan angka gantung diri.


(Bambang Wahyu Widayadi)






Selasa, 16 Maret 2021

KRITIK PEDAS: SUNARYANTA JANGAN SIBUK ANJANGSANA


Pada saat Sunaryanta masih menjadi Calon Bupati dia banyak menyampaikan janji adalah benar karena dia sedang mengkampanyekan diri sebagai calon Kepala Daerah.  


Sementara itu sejak Sunaryanta dilantik tanggal 26-2-2021 dan sejak serah terima jabatan Bupati tanggal 1-3-2021, dia tidak boleh lagi mengumbar janji.


 Mulai saat itu Sunaryanta harus banyak melakukan aksi, dalam bahasa pemerintahan, dia harus bergerak cepat melakukan eksekusi anggaran, yang ujungnya adalah bermanfaat untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang atau golongan. 


Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa secara yuridis politis memang merupakan partai pengusung ketika dia maju berkompetisi dalam pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 silam.


Sejak 1-2021, meminjam ideomatika Presiden Joko Widodo, Sunaryanta harus bekerja, bekerja dan bekerja. 


Anjangsana ke Mina padi, meninjau jalur jalan lintas selatan, bertemu LDII, bertatap muka dengan sejumlah orang, mengunjungi gereja dan yang lain itu urusan fakultatif dalam arti tidak harus diutamakan. 


Guru politik Sunaryanta, dalam hal ini Slamet Harjo mengkritisi, lebih penting bertemu dengan para Lurah, untuk menanyakan jalannya pemerintahan di tingkat desa, ketimbang yang lain.  


"Atau, mengumpulkan seluruh Organisasi Pemerintah Daerah, merapikan dan menyamakan langkah teknis sesuai urusan masing-mading OPD," ujar Slamet Harjo dalam diskusi terbatas dengan penulis di setiap kesempatan bertemu di warung angkringan sega kucing. 


Pembangunan bidang  pertanian, peternakan dan perikanan yang Sunaryanta sebut sebagai ekonomi kerakyatan harus segera diwujudkan, sesuai dengan APBD murni yang telah diketok Bupati terdahulu bersama DPRD. 


Sunaryanta tidak boleh hanya berwacana. Mantan Sekda Gunungkidul Budi Martana bilang, jangan menggunakan bahasa langit. Bupati Sunaryanta harus segera menggunakan bahasa bumi.


Revocusing dana untuk penanggulangan covid-19 sebesar 71 milyar rupiah itulah yang dimaksud bahasa bumi oleh Budi Martono. 


Bagaimana penataan pendidikan mau tatap muka apa daring, bagaimana pembangunan infrastruktur, bagaimana penanggulangan kemiskinan dan yang  lain perlu segera dieksekusi. Hal tersebut merupakan urusan wajib, bukan urusan pilihan yang harus segera ditangani secara profesional dan cepat.


(Bambang Wahyu Widayadi)


Rabu, 10 Maret 2021

SUNARYANTA TIDAK AKAN TUTUP USAHA YANG IZINNYA BELUM LENGKAP

Bupati Gunungkidul Sunaryanta
Saya tidak akan menutup suatu usaha jika pemiliknya bersedia secepatnya mengurus perizinan secara lengkap. 
 

Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyatakan hal itu di depan sejumlah pengusaha pada kesempatan audiensi di Ruang Handayani, Rabu 10-3-2021. 

 

Sikap tegas Sunaryanto merupakan jawaban tidak langsung atas pertanyaan Ketua DPRD Endah Subekti Kuntariningsih pada acara temu media 3-3-2021 silam.  

 

Menutup usaha menurut Sunaryanta akan mengakibatkan iklim investasi di Gunungkidul memburuk.


Sunaryanta blak-blakan bahwa prosedur pengurusan perizinan di Gunungkidul memang berbelit dan ruwet.


Untuk itu dia meminta agar Organisasi Pemerintah Daerah yang terkait dengan perijinan berbenah diri.  


Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Irawan Jatmiko mengakui bahwa lamanya proses perizinan disebabkan oleh syarat kajian pengajuan izin.


Menurutnya setiap pengajuan izin memang perlu ada kajian tetapi tidak harus menyita waktu.

 

Dia berjanji akan mencari jalan keluar  untuk memenuhi pesan Bupati Sunaryanta agar prosedur perizinan tidak memakan waktu lama.


Sabtu, 06 Maret 2021

PARTAI DEMOKRAT GUNUNGKIDUL TETAP SOLID

Suyanto, Ketua Bappilu Partai Demokrat Gunungkidul
Ketua Bappilu Partai Demokrat Gunungkidul, terkait KLB  5/2/21 menyatakan,  seluruh kader dan pengurus  mulai dari DPC, PAC hingga Ranting tetap solid, menjunjung tinggi hasil keputusan kongres Partai Demokrat di Jakarta tahun 2020 silam. 


DPC Partai Demokrat Gunungkidul tidak mengirimkan utusan untuk keperluan kongres luar biasa di Deli Serdang Jumat 5 Maret tahun 2021. 


Hal di atas dikemukakan Ketua Bapilu Partai DPC  Demokrat Gunungkidul, Suyanto, menjawab pertanyaan awak media melalui saluran telepon, 6/3/2021.


Atas nama pribadi dan anggota Partai Demokrat dia menegaskan bahwa saat ini konsentrasi pada ada satu hal yang teknis strategis, termasuk pemilu 2024.  


"Partai Demokrat Gunungkidul harus bisa merebut dua  kursi yang hilang pada pemilu  legislatif 2019 silam," tegasnya.


Pekerjaan rumah terbesar Bapilu, kata dia, adalah menggembleng para kader Partai Demokrat agar bersungguh-sungguh dalam berjuang merebut kemenangan. 


"Sudah barang tentu ini merupakan pekerjaan yang tidak ringan. Untuk itu kami tidak mau lengah dan bersantai," pungkasnya.  



(Bambang Wahyu Widayadi)


Senin, 01 Maret 2021

SUNARYANTA: BUPATI YANG NYEPLOS POLOS DAN SPONTAN

Bupati Sunaryanta dan Istri Diah Purwanti

Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul 2021-2024 Sunaryanta Heri Susanto menerima jabatan dari Plh. Bupati Drajad Ruswandono pada sidang paripurna istimewa di gedung DPRD Gunungkidul 1-3-2021. Pidato politiknya singkat, ceplosan pernyataannya sepontan membuat awak media tertawa ngekek.

Pidato politiknya singkat. Sunaryanta berpesan agar seluruh jajaran Pemda membangun relasi yang kokoh. 

Muaranya, kata Bupati Sunaryanta, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara bermartabat. 

Gunungkidul membangun, demikian semboyan yang dia kumandangkan sejak kampnye, membutuhkan dukungan elemen birokrasi dan masyarakat tanpa kecuali.

Usai upacara serah terima jabatan, Sunaryanta dihujani pertanyaan awak media, mulai dari program seratus hari, mobil operasional, rumah dinas hingga gaji Bupati.

"Tidak ada program  seratus hari. Sebulan sebelum dilantik saya telah membangun relasi dengan berbagi kementerian termasuk para calon pemodal," tegasnya.

Soal mobil dinas AB 1 D, kadang dipakai, kadang tidak. Termasuk rumah dinas. Dia nyeplos, Kwarasan Wonosari itu tidak jauh.

"Kadang tidur di rumah sendiri, kadang di rumah dinas," paparnya. 

Ditanya soal gaji pertama, dia bilang diambil untuk makan-makan bersama tukang sapu, THL dan pegawai kecil.

Gaji selanjutnya tetap diambil tetapi diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Endah Subekti Kuntariningsih, sebelum menutup paripurna istimewa pukul 11.46 WIB berpesan kepada Bupati dan wakil Bupati.

"Selamat mengemban amanah," ujar  Endah.


(Bambang Wahyu Widayadi)

Berita ini juga tayang di
https://www.infogunungkidul.com/bupati-sunaryanta-nyeplos-polos-dan-spontan/

DHANDHANG-GULA NALISIR

Siji Gunungkidul  ing mangsa kawuri  Alas wingit 'king tebih sinawang Sato galak panunggune. Jalma nerak keplayu Asri wana caketing ati ...