Selasa, 28 Februari 2023

MENGANGKAT MARTABAT ORANG MISKIN

 memberi sedekah, ladang amal Qarun 

Orang miskin dan orang kaya, secara kodrati adalah berpasangan. Oleh sebab itu kemiskinan mustahil diberantas.

Orang miskin bukan hanya tanggungjawab negara, tetapi juga tanggung jawab Qarun (orang kaya).

Mengentaskan orang miskin adalah perbuatan mulia. Cara elegan mengangkat derajat orang miskin ditunjukkan, tetapi belum pernah dilakukan secara integral holistik.

Kemiskinan di Indonesia perlu dilihat dari tiga cara berfikir: 1. mitis, 2. ontologis dan 3. fungsional. Tiga model berfikir itu dipaparkan Van Puersen dalam buku Strategi Kebudayaan, cetakan ke-4 1984.

Pemimpin negara mengakui, bahwa kemiskinan itu ada. Kekuatannya sangat berpengaruh pada sektor politik, ekonomi, sosial, dan budaya. 

Itulah cara pandang pikiran mitis terkait kemiskinan yang menghantui para pendekar pembangunan di tanah air. 

Bergeser ke model berfikir ontologis. Penguasa, melalui Badan Pusat Statistik (BPS) mengambil jarak terhadap kemiskinan.

Dari analisis BPS terungkap, bahwa 
tingkat kemiskinan Indonesia September 2022 tercatat sebesar 9,57% atau sebanyak 26,36 juta orang. Mereka berada di bawah garis kemiskinan. 

Tingkat kemiskinan ini naik tipis dari Maret 2022 (9,54%) tetapi lebih rendah dibanding tingkat kemiskinan September 2021 (9,71%). (informasi pada 17 Jan 2023).

Analisis BPS seperti itulah yang disebut sejajar dengan model pemikiran ontologis yang dipaparkan Van Puersen. 

Konstitusi Negara beda lagi. Pasal 34 Ayat 1 menyatakan, fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

Dalam pasal itu cara berfikir fungsional sangat kental. Sementara peran masyarakat pada ayat tersebut sama sekali tidak disebutkan.

Padahal sejatinya kemiskinan itu secara ontologis merupakan tanggungjawab seluruh manusia, bukan hanya tangung jawab negara.

Kemiskinan merupakan ladang amal bagi orang-orang kaya, karena berbagi rasa, dianjurkan oleh setiap agama. Itu artinya bahwa warga berkecukupan ikut bertanggung jawab dalam membantu orang miskin, walau secata konstitutif tidak disebutkan. 

Di negeri ini banyak orang yang sekelas Qarun sebagaimana digambarkan Cak Nun. 

Mereka mempunyai tanggungjawab sosial dalam menangani kemiskinan. Kapan mereka dilibatkan? Kita musti bersabar menunggu pemimpin yang berani menggerakkan sejumlah Qarun (orang kaya) di Indonesia.

Kemiskinan, secara kodrati tidak perlu diberantas, karena Qarun bakal kehilangan ladang dalam berburu amal.

(Bambang Wahyu)

Senin, 27 Februari 2023

JENDRAL BERSITEGANG DENGAN MAYOR JENDRAL






beda pendapatan soal Soekarno

Oleh sejumlah pihak, Presiden Soekarno dicurigai berbau komunis karena tidak mau membubarkan PKI pasca pemberontakan G-30-S 1965. 

Lalu berbuntut rumit. Di tubuh Angkatan Darat terjadi ketegangan antara Jendral Abdul Haris Nasution dengan Mayor Jendral Soeharto.

Nasution menghendaki Soekarno diadili di meja hijau, Soeharto berpandangan lain.

Menjelang meletusnya pemberontakan G-30-S-PKI, di Indonesia ada tiga kekuatan utama.

"Satu, tentara yaitu Angkatan Darat, dua Partai Komunis Indonesia (PKI), tiga Soekarno."

Demikian penuturan Prof. Dr. Salim Said, dalam paparannya di Video Radio Bravo berdurasi 60 menit lebih.

Menurutnya, tentara jauh sebelum pemberontakan PKI 1965 berada di dalam Partai Golongan Karya (Golkar) yang digagas Soekarno, Soepomo dan Ki Hajar Dewantara.

Tentara, menurut Salim Said telah menjadi kekuatan politik riel, sejak Soekarno menyatakan Dekrit 5 Juli 1959, bahkan sejak tahun 1957. Tentara berpolitik untuk mengimbangi kekuatan PKI, sebab trauma Peristiwa Madiun 18 September 1948.

Nasution Ngotot, Bung Karno harus diadili untuk membuktikan dia terlibat G-30-S PKI atau tidak. 

Sebagian ahli berpendapat jika gagasan Nasution tidak ditolak Soeharto, maka fakta hukum akan muncul di meja persidangan.

Tetapi Soeharto kokoh menolak. Mengadili Soekarno  berbahaya, sebab, demikian kata Guru Besar Lemhannas itu, pengikut Bung Karno masih cukup banyak.

Sebagai ahli strategi, Soeharto akan menghadapi banyak kesulitan dalam mengendalikan situasi. Soeharto memilih, mengurung Bung Karno menjadi tahanan rumah secara berpindah-pindah.

Berbagai pengamat menilai, ketegangan kala itu bernada aneh. Omongan Jendral dilumpuhkan Mayor Jenderal.

(Bambang Wahyu)

Minggu, 26 Februari 2023

GUNUNG DAN BURUNG-BURUNG BERNYANYI UNTUK NEGERI

       burung bernyanyi

Pada era sekitar tahun 1004-971 Sebelum Masehi, alam raya, dalam hal ini gunung dan burung-burung membersamai Nabi Daud Alaihis Salam (AS) memuji kebesaran Allah SWT. 

Itu sebuah simbol bahwa suara alias kebijakan pemimpin harus bernada mengayomi dan menentramkan hati masyarakat, bukan membuat gelisah.

Gunung dan burung-burung kagum pada kemerduan suara Nabi Daud juga lihai memainkan kecapi serta seruling pada zamannya. 

"Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. "Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud," dan Kami telah melunakkan besi untuknya," Surat Saba' Ayat 10.

Awalnya Nabi Daud AS berprofesi sebagai penggembala, tetapi dia juga panglima perang, yang diajari membuat baju besi untuk perlengkapan melawan musuh yang memerangi agama Allah.

Komandan tentara pada zamannya, Nabi Daud AS diberi mukjizat berupa kelembutan dan kemerduan vokal.

Suara Nabi Daud AS menggetarkan alam. Semua berdecak kagum karena suara itu bernuansa mengayomi serta melindungi.

Di negeri ini ada pemimpin negara ada pula pemimpin politik yang suaranya atau kebijakannya kadang membuat telinga merah, tidak terlalu menyenangkan. 

Rakyat menunggu para pemimpin, baik negara, maupun politik bersuara merdu seperti halnya Nabi Daud AS, bukan bersuara sangar, saling cemooh, saling sindir, saling menjelekkan satu dengan yang lain.

Negeri ini satu: negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa. 

(Bambang Wahyu)

KELANGKAAN BERAS, HANTU MASA DEPAN


beras impor tiba di Indonesia 17-2-2023. foto net

MESKI terus dikritik, impor beras adalah satu pilihan yang tidak bisa ditunda.

Kelangkaan pangan bukan saja  berpengaruh pada perekonomian, tetapi juga perpolitikan.

Pemerintah melalui Perum Bulog melakukan impor beras 500.000 ton dari dari lima negara: Thailand, Vietnam, India, Pakistan, dan Myanmar.

Alasan klise mengapa harus impor beras,  adalah untuk memperkuat cadangan pangan  nasional. Tidak hanya itu. Sebenarnya secara politis impor beras adalah demi stabilitas politik. 

Memberi makan 275 juta penduduk tidak mudah. Begitu mereka lapar dan berteriak, negeri ini bisa gonjang-ganjing. Penguasa bisa kehilangan kewibawaan, bahkan  kehilangan kursi.

Menteri Koordinator Bidang Pereknomian Darmin Nasution mengatakan untuk mengangkut 500.000 ribu ton beras ke Indonesia dibutuhkan 25 kapal. 

Info terbaru, 14 kapal sudah bersandar di empat belas (14) titik.  Laut  (pelabuhan) merupakan jalur sutra gagasan Cina terbukti ampuh. Dalam tempo relatif singkat, beras pesanan Perum Bulog tiba di Indonesia, 17 Februari 2023 silam.

Soeharto, Presiden Indonesia Ke-2 emoh melakukan impor beras. Dia memilih melakukan reformasi bidang pertanian, walau setengah memaksa rakyat untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi.

Hasilnya, tahun 1984, petani Indonesia mengumpulkan gabah 100.000 ton, untuk disumbangkan kepada rakyat di benua Afrika, melalui FAO. 

Dikutip dari Brainly.co.id
penduduk indonesia tahun 1984-1985 berjumlah 164,05 juta jiwa. Soeharto berusaha mengayomi mulut sejumlah di atas, di samping dia menjaga agar tenaga kerja pabrik di kota-kota besar tidak protes karena harga beras mahal.

Indonesia semakin berkembang dan semakin "maju", tetapi dalam hal penyediaan pangan untuk rakyat sendiri semakin kedodoran.

Maklum, pada masa kekuasaan Presiden Joko Widodo, berdasarkan data per Juni 2022 penduduk Indonesia tercatat sebanyak 275.361.267 jiwa.

Siapa pun pengganti Jokowi, di samping memikul hutang negara, dia tetap berhadapan dengan hantu kekangkaan beras. 

(Bambang Wahyu)

Sabtu, 25 Februari 2023

MASYARAKAT TIDAK BUTUH RUMUS PENGHITUNGAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Berbicara tentang pertumbuhan ekonomi,  keinginan rakyat sangat simpel. Dengan cara apa dan bagaimana agar pertumbuhan ekonomi bisa sama seperti Propinsi Bali.

Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat,  selama Juli – September 2022, perekonomian Bali tumbuh sebesar 8,09 %. 

Pencapaian itu jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,72%. pada 7 Nopember 2022.

Arif Setiadi, dr. Tugiman dan tokoh  lainnya berpendapat sesuai pengalaman masing-masing Arahnya untuk kemajuan Gunungkidul.

"Iki rada angel, ujar Arif Setiadi, anggota DPRD DIY dari Fraksi PAN, 25-2-2023.

Menurutnya,  untuk mengejar pertumbuhan ekonomi  suatu daerah, setidaknya harus memperhatikan 4 apek: 1. konsumsi, 2. investasi, 3. belanja daerah dan 4. kinerja ekspor impor.

"Tatkala kondisi 4 aspek tersebut bagus, maka pertumbuhan ekonomi juga bagus," jelas Arif Setiadi.

Ketika sudah diketahui existing dan potensi dari ke-4 aspek itu, Pemda harus menentukan skala prioritas, aspek mana yang  mau digenjot. 

"Syukur-syukur semua aspek bisa digenjot. Tetapi jika tidak, maka Pemda harus berani ambil langkah strategis, prioritas mana yang didahulukan digenjot," terangnya.

Di samping secara literasi, lanjut Arif, beberapa langkah peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah akan sangat dipengaruhi oleh seberapa jauh upaya meningkatkan SDM, seberapa optimal mengelola SDA, seberapa baik pengembangan usaha kreatif UKM, seberapa besar pemanfaatan Teknologi Informasi dan seberapa sigap penyediaan infrastruktur  pendukung perekonomian.

Doktor Tugiman guru besar pada  Universitas Pasundan pendapatnya seiring dengan Arif Setiadi. Perbedaanya dia secara tegas dan rinci lebih bertumpu pada penganekaragaman produksi barang.

Gunungkidul menurutnya banyak UMKM yang memproduksi aneka barang. Sesuai data jumlah UMKM saat ini sebanyak 22.623 unit.

"Saya pernah melakukan pelatihan mandiri, dengan biaya pribadi kepada UMKM. Mereka sangat potensial mendukung pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul," terang intelektual asal Kedungpoh Nglipar Gunungkidul itu.

Menurut ahli hukum tata negara  ini, SDM Gunungkidul tidak butuh teori bagaimana cara menghitung pertumbuhan ekonomi.

Yang dibutuhkan adalah bagaimana cara menembus pasar. Ini, menurutnya merupakan tugas berat bagi pemerintah daerah, yang selama ini agak terkesampingkan.

Berbeda dengan pikiran Sunarto wirausahawan asal Ngawen yang relatif lama tinggal di Jakarta.

Menurutnya ada tujuh  faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

"Pertama, sumber daya alam, kedua sumber daya nanusia, ketiga,  akumulasi modal daerah, keempat tenaga  organisasi produksi hasil kekayaan alam daerah, kelima ilmu pengetahuan  teknologi, keenam politik dan management administrasi, dan ketujuh spek sosial budaya," kata Sunarto.

(Bambang Wahyu)

HARGA GABAH RP 4.500,00 PER-KG TIDAK BERPIHAK PADA PETANI

Kecermatan menghitung ongkos produksi tanaman padi dan hasil penjualan yang dilakukan petani kecil diapresiasi Rismiyadi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Ketua KTNA menilai, harga gabah Rp 4.500,00, pemerintah kurang berpihak kepada petani.

Rismiyadi, SP. M.Si. menyatakan, Gandung Sukarman, petani pembudidaya padi tadah hujan seluas 1.200 m tergolong petani cerdik.  

"Semoga tambah pintar dan sukses," kata. Rismiyadi, di ruang kerjanya, 24-2-2023.

Dia tahu bahwa lahan garapan Gandung Sukarman relatif sempit.  Rismiyadi bilang, ke depan Gandung   ada rejeki buat nambah lahan garapan.

Kalau rata-rata petani Gunungkidul secermat Gandung, dimungkinkan ketersediaan beras daerah melimpah.

"Kami selalu menyarankan agar ada sistem tunda jual gabah, menunggu sampai harga membaik, supaya harga produk  bernilai tambah," tegasnya.

Yang dilakukan Gandung Sukarman merupakan langkah   hilirisasi yang sering dianjurkan Presiden Joko Widodo. Artinya tidak menjual mentah berupa gabah, tetapi sudah diproses menjadi barang setengah jadi berupa beras.

"Betul, itu skala kecil  kalau petani GunungkIdul kompak hasilnya akan luar biasa," imbuh Kadinas Pertanian.

Ditemui terpisah, Ketua KTNA, Alip Supriyo menanggapi keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas), soal harga gabah di tingkat petani

"Matok harga Rp 4.500,00 itu terlalu rendah," ucap Alip.

Dia menegaskan, Rp 5.000,00  untuk harga kering panen.  Yang kering giling layaknya Rp 5.500,00. 

"Misalnya harga di petani  Rp 5.000,00  sampai Rp 6.000,00 sebenarnya sudah cukup membantu petani produsen", kata Alip.

(Bambang Wahyu) 

PENDAPATAN PETANI PADI GUNUNGKIDUL SANGAT KECIL

GANDUNG SUKARMAN, warga Jatisari, Desa Playen, Kapanewon Playen, Gunungkidul petani lahan sempit 1.200 m

² berupa tegal, panen padi 4-2-2022 sebanyak 27 bagor (sag). 


Dia ogah menjual gabah, karena harganya terlalu murah. Meski dijual dalam bentuk beras ada keuntungan, tetapi jika dihitung cermat, pendapatan petani tidak ada Rp 20.000,00 per hari.


"Padi jenis Pepe ketika diubin, per 2,5 meter persegi menghasilkan 8,1 kg gabah basah (GB)," ujar Gandung Sukarman, 24-2-2023.


GB 27 bagor tersebut setelah dijemur tinggal 21 Bagor, sebanding dengan gabah kering giling (GKG) 700 kg. Dia tidak berniat menjual gabah karena harganya kelewat murah.


Badan Pangan Nasional menentukan harga GKG per kg Rp 4,500,00. Jika GKG Gandung Sukarman dijual ke penggilingan dia hanya menerima duit sebesar Rp 3.150.000,00. Itu, kata Gandung, belum dikurangi ongkos produksi.


"Total biaya yang kami keluarkan, untuk lahan seluas 1.200 m² tidak kurang dari Rp 2.610.000,00," terang Gandung Gandung.


Lebih rinci dia menyebutkan bahwa ongkos yang harus dibayar terdiri atas delapan (8) jenis pos meliputi:

1 Benih Rp 60.000

2. Pupuk dasar Rp 240.000

3. Pupuk majemuk Rp 120.000

4. Pupuk organik Rp 120.000

5. Tenaga tanam Rp 240.000

6. Tenaga duduh Rp 300.000

7.Tenaga panen Rp 1.000.000

8. Ongkos menggiling gabah Rp 210.000

Total biaya Rp 2.610.000


Kalau petani harus menjual gabah, timpal Rini, istri Gandung Sukarman, keuntungannya sedikit. Harga gabah kering giling oleh pemerintah dipatok Rp 4.500,00, padahal panen kami hanya 700 kg. Berarti hanya laku Rp 3.150.000,00. Dikurangi ongkos Rp 2.610.000,00 dapat sisa Rp 540.000,00. 


Rini berfikir lebih baik masuk penggilingan, karena panen 21 bagor GKG sama dengan 445 kg beras.


Harga di pasar Playen Rp 10.000,00. Dijual beras, Rini mengaku terima duit Rp 4.450.000,00. Ada keuntungan Rp 1.840.000,00. Itu masih ada tambahan hasil penjualan bekatul 63 kg Rp 180.000,00. Total pendapatan bersih Rp 2.020.000,00. 


"Umur padi Pepe 110 hari. Dihitung per hari kami ada pendapatan Rp 18.364,00," pungkas Rini.


(Bambang Wahyu)


MUSUH DALAM SELIMUT, MENGGUNTING DALAM LIPATAN

PERADABAN manusia tertua dimulai ketika Nabi Adam Alaihis salam turun ke dunia.
Peradaban tersebut berupa "permusuhan".

"Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain," begitu sebuah ketetapan dituliskan.

Bukan perilaku aneh, jika di antara manusia kemudian saling bermusuhan. 

Disebutkan secara jelas dalam Al Qur'an bahwa musuh  paling nyata adalah setan. 

Makhluk itu  tidak kasat mata, tetapi ada pula yang berwujud manusia.

Yang membisikan kejahatan ke dalam dada manusia (untuk saling bermusuhan) itu adalah golongan jin dan manusia.

Fakta paling nyata musuh bangsa Indonesia adalah Cina, yang kini dirangkul sebagai teman. 

Cina berusaha menguasai dunia melalui jalur sutra, baik laut maupun  darat.

Dikutip dari berbagai sumber, jalur sutra adalah sebuah rute perdagangan internasional kuno yang berasal dari peradaban Tiongkok yang menghubungkan antara Barat dan Timur. Jalur sutra merupakan rute penghubung yang mempertemukan antara pedagang  berasal dari barat dan timur untuk melakukan aktifitas perdagangan.

mengutip pikiran Alfian Tanjung, Cina demikian getol mengurug laut pantai Utara Jakarta, Bali Morowali Sulawesi, dan sebentar lagi Kalimantan Timur merupakan langkah dalam menyiapkan pelabuhan untuk memperlancar  perdagangan aneka produk,  termasuk narkoba.

Syahwat ekonomi bukan dirancang dan dilakukan  dalam satu atau dua hari, tetapi sejak Kerajaan Singasari. Tentara Tar Tar  di bawah Kubilai Kan menggertak Kertanegara di abad ke-11 untuk ekspansi pasar. 

Tidak terlalu salah jika Emha Ainun Nadjib menyatakan bahwa perekonomian Indonesia saat ini dikuasai Qarun, simbolisme ekonom yang hidup mewah di zaman Raja Fir'aun.

Secara politik Indonesia merdeka, tetapi secara ekonomi dikuasai musuh, dan itu orang (bangsa) lain.

Kemerdekaan ekonomi sulit dicapai karena utang Indonesia seperti ditunjukkan  ekonom senior Didik J. Rachbini sejak 2014 hingga November 2022 melambung hingga 189,5%.

Musuh yang secara sosiologis bersikap sangat baik, ke depan dipastikan tidak segan menggunting dalam lipatan. 

Presiden Indonesia Ke-8 adalah orang yang berani mengatakan TIDAK pada PENGUTANG.

(Bambang Wahyu)

Kamis, 23 Februari 2023

KETUA UMUM PARTAI NASDEM TILIK POLITIK KE PARTAI DEMOKRAT

KARANGMAJA, Suyanto, SE, politisi Partai Demokrat, sekaligus anggota DPRD Gunungkidul angkat topi atas kunjungan Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem ke markas besar DPP Partai Demokrat di Jakarta, 22-2-2022.

Surya Paloh datang bersamaan dengan  hujan disambut dan dipayungi  oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Ketua Umum kami sepaham dengan Pak Surya Paloh, bahwa Pemilu 2024 menganut pemilihan dengan sistem terbuka," ujar Suyanto, di Karangmojo 23-2023.

Dalam kesempatan Surya Paloh tilik Demokrat, AHY  menegaskan, sikap dan posisi politik Partai Demokrat untuk mengusung Anies Baswedan sebagai balon capres  yang disampaikan pada tanggal 26 Januari 2023 lalu bukan hanya sekadar test the water. 

"Sikap Demokrat telah melewati proses, konsultasi, komunikasi yang intensif di internal  struktur Demokrat dari pusat hingga daerah" tegas AHY.

Sebagai kader Demokrat, Suyanto menjunjung tinggi komando Ketua Umum.

"Apa perintah AHY, kader di daerah sami'na wa athokna (kami mendengar dan kami taat," tegas Suryanto.

Dalam  pertemuan politik itu AHY  menyampaikan tentang  kedekatan antara Partai Demokrat dan Surya Paloh  sudah terjalin lama. Tepatnya, ketika Surya Paloh berjuang bersama SBY pada Pilpres 2004.

(Bambang Wahyu)

DHANDHANG-GULA NALISIR

Siji Gunungkidul  ing mangsa kawuri  Alas wingit 'king tebih sinawang Sato galak panunggune. Jalma nerak keplayu Asri wana caketing ati ...