Selasa, 29 Desember 2020

KPU Gunungkidul Berhadapan dengan Kelick Agung Nugroho



DKPP RI memproses sidang terkait aduan Ir. H. Kelick Agung Nugroho dan Yayuk Kristyawati, atas dugaan KPUD Gunungkidul tidak bersikap netral dalam menyelenggarakan Pilkada 2020. 
Sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) tersebut merupakan perkara nomor 183-PKE-DKPP/XI/2020 di Kantor Bawaslu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kota Yogyakarta, Selasa (29/12/2020) pukul 09.00 WIB.  

Pengadu H. Kelick Agung Nugroho serta Yayuk Kristyawati memberikan kuasa kepada Oktorian.  

Jajaran KPUD Gunungkidul yang teradu adalah:  1. Ahmadi Ruslan Hani 2. Andang Nugroho, 3. Rohmad Qomarudin, 4. Asih Nuryanti dan 5. Supami. Mereka adalah Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Gunung Kidul.

Dalam sidang hadir pihak terkait Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Gunung Kidul. 

Sidang dugaan pelanggaran kode etik ditangani Majelis di antaranya : 1. Dr. Ida Budhiati (Ketua Majelis), 2. Bambang Eka Cahya Widodo, S.IP., M.Si (Anggota/TPD Unsur Masyarakat), 3. Siti Ghoniyatun, S.H (Anggota/TPD Unsur KPU Provinsi DIY), 4. Sutrisnowati, SH., MH., M.Psi (Anggota/TPD Unsur Bawaslu Provinsi DIY).

Melalui Oktorian selaku kuasa hukum Kelick Agung Nugroho mengajukan dua pokok aduan: 
Pertama, Teradu tidak netral serta tidak adil ketika Silon Online mengalami down yang menyebabkan proses input data dukungan perseorangan terhamcat. Dalam hal ini tidak ada pemberitahuan dari Teradu kepada pasangan bakal dirinya, namun kepada bapaslon lainnya diberitahukan.

Kedua, para Teradu telah mengeluarkan Berita Acara Hasil Pengecekan Pemenuhan Jumlah Dukungan Dan Sebaran Dukungan Dalam Pemilihan Bupati dengan Wakil Bupati Gunung Kidul Tahun 2020 yang tidak sesuai dengan keputusan KPU RI Nomor 82/PL.02.2kpt/06/KPU/I/2020 tentang Pedoman Teknis Penyerahan Dukungan Dan Verifikasi Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan. 

Dilansir dari siaran langsung di Facebook Sidang DKPP RI 29/12/20. Hasil putusan sidang menunggu 2021 tahun depan.  

Bambang Wahyu Widayadi

Senin, 28 Desember 2020

PKS Susun Strategi, Tak Mau Keok Pada Pemilu 2024

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di tiga propinsi masing-masing DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur melaksanakan musyawarah daerah serentak pada 27 dan 28 Desember 2020. 


Partai berlogo bulan padi, kuning hitam sekarang berganti warna putih oranye,  ini, mulai ancang-ancang menyusun kekuatan untuk meraih kursi 15%, baik di tingkat DPP, DPW maupun DPD.  


Hal di atas dijelaskan Tri Iwan Isbumaryani, Ketua DPD PKS yang baru, dalam temu media, di kantor DPD PKS,  Kepek, Wonosari, Gunungkidul, 28/12/20. 


Dalam Musda ada arahan, terang Tri Iwan, bahwa target perolehan kursi PKS Gunungkidul 6,5 kemudian dibulatkan menjadi 7 kursi.  


Partai politik, menurut Isbumaryani merupakan tempat penggodokan kader pemimpin baik pusat maupun daerah. 


Supaya, sambung mantan Ketua DPD PKS Gunungkidul, Ari Siswanto, kekalahan PKS  di kompetisi Pilkada tidak selalu terulang.


Dalam jumpa pers yang dipandu Sekretaris DPD PKS Anang Sutrisna, didamping Bendahara, Hudi Sutamto, sekaligus diumumkan Pengusus DPD Harian yang baru yang berikutnya ditugasi membentuk kelengkapan organisasi.  


Ari Siswato yang 2015-2020 adalah Ketua DPD tergeser duduk sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah, bersama kader yang lain.  

(Bambang Wahyu Widayadi)

Minggu, 27 Desember 2020

KPUD GUNUNGKIDUL DIADUKAN KE DKPP


Ir. H. Kelick Agung Nugroho, Bakal Calon Bupati Gunungkidul dari jalur perseorangan tahun 2020 menggugat KPUD Gunungkidul ke Mahkamah Agung, terkait dugaan penghilangan hak konstitusi dirinya. 

Karena pertimbangan suhu politik, gugatan tersebut dicabut, tetapi bukan berarti bahwa KPUD Gunungkidul lolos dari lubang jarum. Kelick Agung Nugroho men-DKPP-kan KPUD Gunungkidul. Sidang terbuka dilaksanakan 29/12/20, di Bawaslu DIY.  

Ikuti kabar selengkapnya yang beredar di YouTube berikut ini link https://youtu.be/AhYl4_m7c2M, atau cukup klik video di bawah ini




Petani Gunungkidul apa akan diatur oleh petani berdasi, atau memiliki kemerdekaan, itu bergantung pada kebijakan nasional, termasuk kebijakan Bupati dan Wakil Bupati 2021 - 2024 yang terpilih di pilkada  2020 tempo hari.  

 Selengkapnya ada di: 



Rabu, 23 Desember 2020

Pemotor Babak Belur Dihajar Tiga Pemuda Mabuk


Fani Dwi  Andika (16 th), warga Padukuhan Salaran Rt 23 RW 06, babak belur dihajar beramai-ramai oleh tiga pemuda yang lagi nenggak minuman keras. Peristiwa pengeroyokan itu saat ini sedang ditangani Polsek Kapanewon Patuk. 

"Benar, bawa Selasa, 15 Desember 2020, saya menerima laporan telah terjadi kekerasan terhadap Fani Dwi Andika, anak di bawah umur, sehingga mengakibatkan luka memar," tulis Hendra, Kapolsek Patuk, melalui aplikasi WhatsApp, 23/12/20.

Kapolsek Hendra menuturkan, Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Padukuhan Gembyong, Kalurahan. Ngoro-Oro, Kapanewon Patuk, Kabupsten Gunungkidul, tepatnya di Jln.Tawang - Gembyong Km 1.  


Para saksi telah dipanggil, sementara para pelaku dalam proses penyelidikan.


"Disinyalir pelaku sebanyak sekitar 3 (tiga) orang, rambut berwarna orange, menaiki  2 (dua) unit sepeda motor," imbuhnya.

Urutan kejadian atau kronologinya, menurut Kapolsek Patuk,  Selasa tanggal 15 Desember 2020  pukul 17.00 Eib. Fani  mengendarai Honda 70 berknalpot blombongan sambil menggeber-geberkan motor  melewati tongkrongan anak-muda yang sedang minum minuman keras di jalan Tawang - Ngoro Oro. 

Rombongan pelaku berjumlah 3 anak mengejar dan menganiaya korban dengan cara pukul dan tendang.

"Saat itu korban tidak berani melawan karena  sendirian," terang Kapolsek Hendra. 

Fani, lanjut Hendra, dibawa menuju depan gubuk tempat rombongan minum miras. Di tempat tersebut korban dianiaya  beramai-ramai.

Ketika tetangga Fani datang,  dia dibawa ke puskesmas Patuk untuk berobat.

Ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) buah Jaket Hoodie warna Pink kondisi sobek, 1 (satu) buah Celana panjang warna cream kondisi kotor keduanya milik Fani. 

Dalam peristiwa tersebut tidak ditemukan  kerugian materiil.


(Bambang Wahyu Widayadi)

Senin, 21 Desember 2020

Harapan Mantan Guru Kepada Mantan Murid Politiknya





Slamet S.Pd MM mantan Kepala SMA Kartika VII Nglipar yang kini telah bubar, berpesan, bahwa H. Sunaryanta, mantan muridnya, agar secepatnya melakukan konsolidasi politik

Pilkada Gunungkidul 9 Desember 2020 telah usai dihelat dengan sukses dan lancar. Ini awal yang baik bagi Kabupaten Gunungkidul. Kinerja Penyelenggara pilkada ( KPU dan BAWASLU ) yang di dukung pemerintahan Hj. Badingah sukses menggelar pesta demokrasi lokal dengan damai, sesuai harapan.

Pilkada tak mandeg di 9 Desember 2020 saja, namun berlanjut sampai pemimpin baru menjalankan tugasnya.

"Langkah awal yang harus dilaksanakan H. Sunaryanta - Heri Susanto adalah konsolidasi politik," ujar Slamet mantan guru H  Sunaryanta 21/12/20.

Secara tidak langsung Slamet, yang juga mantan anggota DPRD DIY adalah guru politik H. Sunaryanta.

Para elit parpol dan paslon, menurut Slamet harus segera bertemu secepatnya. Rangkulan paslon dan elit akan mampu meredam para pendukung paslon yang selama kampanye saling sindir, saling buly bahkan ada yang saling bersitegang baik di medsos maupun lapangan 

"Begitu pula kamu Sunaryanta, harus berusaha merangkul semuanya, agar ke depan lebih mudah mengeksekusi vissi dan missi selama kampanye agar tak terganjal di meja parlemen," tandas Slamet. 

Vissi missi paslon yang kalah, namun bagus,  tak perlu ragu diambil dan dikolaborasikan dengan vissi missi pemenang,  dalam koridor rumah besar Gunungkidul Membangun. 

Dalam pesannya, Slamet mengapresiasi langkah PDI Perjuangan Gunungkidul dan Paslon Bambang Wisnu Handoyo - Benyamin Sudarmadi yang telah mengawalinya dengan baik.

"Semoga yang lain menyusul,"  pungkas Slamet.



E

Minggu, 20 Desember 2020

Melahirkan Tokoh Sekelas Nasional, Meski SMA Ini Telah Gulung Tikar


Kalau lulusan SMA Negeri 1 Wonosari menjadi Bupati Gunungkidul seperti H. Bandingah, S.Sos, dianggap biasa, tetapi ketika SMA swasta Kartika Nglipar muridnya memimpin Gunungkidul pada 2021 - 2024, ini luar biasa.

  

Mantan Kepala Sekolah SMA Kartika yang kini telah gulung tikar, Slamet, S.Pd. MM bercerita runtut tentang dua mantan muridnya H. Sunaryanta dan Muji Lestari.  


"Kebanggaan seorang guru itu saĺah satunya bila mendengar kabar jika alumni atau muridnya bisa sukses dan berguna bagi bangsa dan turut serta mengabdi di tanah kelahiranya. 


Dua orang ini adalah  alumni SMA Kartika VII Nglipar, SMA Swasta pinggiran yang tidak begitu terkenal dan sekarang sudah tidak operasional. 

  Dua alumni yang saya maksud adalah:


1. H. Sunaryanta, Mayor TNI Purnawirawan. Putra Kwarasan, Kedungkeris, Nglipar ini selepas  SMA meniti karir di TNI AD dan berkantor di Jakarta, memutuskan pensiun dini dan pulang ke Gunungkidul mencalonkan diri menjadi Bupati Gunungkidul 2020.  Berpasangan dengan Heri Susanto. Dia ditetapkan oleh KPU Gunungkidul memperoleh suara terbanyak dan insya Allah Februari 2021 dilantik jadi Bupati Gunungkidul.  

2. Muji Lestari, SE. MM. Dia berdomisili di Desa Gari  Wonosari ini setamat SMA tinggal dan bekerja di Tangerang sambil menempuh kuliah S-1 dan S-2 ekonomi.

  Sukses berkarir dan mendirikan PT di Tangerang yang bergerak dibidang eksport kayu olahan dan aneka produk pertanian. 

 Karena kecintaanya dengan Gunungkidul, maka dia mendirikan cabang perusahaan di  Jl.Raya Semanu dengan bendera PT Wanghort Pratama Lestari.


Selain eksport juga melayani kebutuhan lokal. Telah dibuka gerai Easy Grow Garden yang melayani alat dan kebutuhan pertanian dan yang lain," tulis mantan guru sekaligus mantan anggota DPRD DIY di akun Facebooknya, Minggu 20/12/20.

Banbang wahyu Widayadi


Selasa, 15 Desember 2020

Sunaryanta Melenggang ke Gunungkidul-1


KPUD Gunungkidul telah mengentri 1899 dari 1900 total TPS. Masih tersisa 1 TPS di Kapanewon Karangmojo.


Pada Selasa 15 Desember 2020 pukul 04.00 WIb, Paslon Nomor urut 4 meraih 155.919 atau 33,32%, sementara Paslon No urut 1 megnumpulkan 143.526 suara atau 30,06%.


Secara akumulatif Sunaryanta unggul 12.393 suara, secara prosentase, Sutrisna Wibawa tertinggal 3,26%.


 Kabarnya, hari ini KPUD Gunungkidul akan melaksanakan pleno penetapan hasil Pilkada Rabu Wage, 9 Desember 2020. 


Sementara itu, pada jam 07.15, di laman KPUD Gunungkidul terbaca, bawa 1900 TPS telah terentri 100,%. 


 Hasinya tidak berubah, dipastikan Sunaryanta dan Heri Susanta melenggang ke kursi Bupati dan Wakil Bupati.


Bambang Wahyu Widayadi

Senin, 14 Desember 2020

SUNARYANTA TAK TERKEJAR


KPUD Gunungkidul, pada posisi Senin 14 Desember 2020, jam 04.00 telah mengentri 1890 TPS. Hasilnya pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 4 H. Sunaryanta - Heri Susanto sulit dikejar.


Pasangan calon nomor urut 1 Sutrisna-Ardi, baru mengumpulkan angka 143.052 atau 30,7%, sementara Sunaryanta - Heri Susanto telah mencapai perolehan 154.906 suara atau 33,2% dari total suara sah.    


Sepuluh TPS yang belum terselesaikan, dikutip dari rekapitulasi KPUD Gunungkidul terlihat di Kapanewon Nglipar, Semanu, Patuk, Ponjong, serta Saptosari.  


Dihimpun dari berbagai sumber, empat Kapanewon tersebut merupakan kantong kemenangan Palon nomor urut 4.


Bambang Wahyu Widayadi

Minggu, 13 Desember 2020

Versi DPD Golkar Gunungkidul, Sunaryanta Memenangkan Pilkada 9 Desember 2020


Heri Nugroho, SS, Ketua DPD Partai Golongan Karya Kabupaten Gunungkidul menyatakan, berdasarkan hitung cepat yang dilakukan Badan Saksi Nasional Partai Golongan Karya Kabupaten Gunungkidul Pasangan Calon Nomor 4 H. Sunaryanta-Heri Susanto memenangkan Pilkada Rabu Wage 9 Desember 2020.  


Sunaryanta - Heri Susanto mengantongi suara sebanyak 155.878 atau 33,14%, dari suara sah, 470.347.  


Berdasarkan rekapitulasi yang dikirim Heri Nugroho melalui WhatsApp, Paslon Sutrisna Wibawa mengumpulkan angka sebanyak 144.012 atau 30,62% dari suara sah. 


Rekapitulasi yang dipegang Heri Nugroho, memang agak berbeda dengan rekapitulasi hasil pleno PPK se kabupaten Gunungkidul, terutama pada jumlah suara sah. Data pada Heri Nugroho tertulis 470.347, di pleno PPK tertulis, 470.338.   


Terkait finalisasi perolehan suara, warga Gunungkidul masih harus menunggu ketok palu KPUD Gunungkidul.


Bambang Wahyu Widayadi

Rabu, 09 Desember 2020

KELUARGA KRATON JOGJA BERDUKA

Hj. Roswarini Sri Yuniarsih (BRAY Prabukusumo) binti Soeroso selasa 8 desember 2020 meninggal dunia pukul 19.31 di RSU Sardjito.  

 "Jenazah almarhumah akan dikebumikan di makam Kotagede," tulis Keluarga Besar Prabukusumo, pada pemberitahuan melalui aplikasi whatsApp, 8/12/20.  

Ambulance Jenazah dari RS. Sardjito akan melewati ndalem (Alun-alun Kidul) Rabu, 9 Desember 2020 Pukul 08.00 WIB menuju makam keluarga di Kotagede.  

 "Untuk menghindari kerumunan, kami mohon doa dari rumah masing-masing," pinta Keluarga Prabukusumo. 

Terkait meninggalnya istri Prabukusumo, Keluarga Besar KGPH. Benowo HB VIII, menyampaikan rasa duka  mendalam. 

"Hj. Roswarini Sri Yuniarsih binti Soeroso ( B.R.Ay. Hj. Prabukusumo ), semoga Husnul Khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan serta tawakal, Amiin. Semoga Romo Prabukusumo segera sehat kembali dan dapat beraktivitas seperti sedia kala," tulis Gusti Aning Hestrianing di akun Facebook di hari yang sama.

(Bambang  Wahyu Widayadi)


Selasa, 01 Desember 2020

Doa Jelang Pesta Demokrasi

Pilkada Serentak Rabu Wage 9 Desember menurut pengamat kejawen  bukan hari dan angka  kebetulan. Di Gunungkidul  pada tanggal dan hari itu bakal lahir seorang pemimpin baru untuk seluruh penduduk, bukan hanya untuk sebagian  orang. 


Sujono (65) warga Blimbing, Girisekar, Kapanewon Saptodari memohon, kepada  Allah SWT, bahwa Gunungkidul tidak ditetapkan orang zalim mengendalikan bumi, air beserta isinya.


Pemimpin baru, harapan Sujono mampu menyelesaikan  penderitaan tak berkesudahan atas persoalan air,  kemiskinan, pendapatan warga yang tidak merata, persoalsan sumbangan bidang pertanian dengan PDRB yang rendah, dan yang lain.  


"Saya berharap, tahun kembar 2020 berpengaruh pada hati dan pikiran pemimpin baru,   selama 4 tahun ke depan 2021-2024," kata Sujono, Selasa Legi, 1/12/2020.  


Bertolak dari hari dan pasaran, Sujono menghitung, Rabu 7, Wage 4, jumlah 11.  Menurutnya angka 7 dan 4 merupakan angka kembar lain rupa. Sebelas merupakan pertanda, bawa pemimpin yang akan datang adalah sosok yang memang menerima kawelasan alias belas kasih dari Yang Maha Tunggal.  


"Belas kasih  merupakan sisi terdalam dari pemimpin yang jujur, yang berkiblat pada prnyelamatan alam, agar Gunungkidul semakin hijau dan lestari," tandasnya.   


Pesta demokrasi esok, lanjut Sujono, tidak cukup memilih dengan cara cerdas, tetapi juga dengan kelembutan dan kerendahhatian.


(Bambang Wahyu Widayadi)

DHANDHANG-GULA NALISIR

Siji Gunungkidul  ing mangsa kawuri  Alas wingit 'king tebih sinawang Sato galak panunggune. Jalma nerak keplayu Asri wana caketing ati ...