Minggu, 13 April 2014

SUBROTO BEDAH TELEPON POLITIK KADES WATUSIGAR



 
Subroto, Dok Bewe
Misteri kecurangan caleg partai Gerindra dapil II Gunungkidul mulai terkuak. Supardi, Kades Watusigar, Ngawen, Gunungkidul, membeberkan, Ngdiono meminta dirinya membantu mengalihkan gambar partai Gerindra di Kecamatan Ngawen ke by namenya. Kepada Subroto, dari Partai Hanura, melalui percakapan telepon Supardi membeberkan tanpa tedeng aling-aling.

“Pak Pardi, saya dengar Ngadiyono mau ambil 300 suara dari partai lain. Kalau dari dalam Partai Gerindra, Ngadiono sudah mengambil berapa Pak?” demikian Subroto caleg dari Partai Hanura no. 4, memancing Supardi. “Belum-Belum, belum mengambil Pak Broto.” 

“Pak Ngadiono datang ke rumah panjenengan, apa hanya ngebel (maksudnya telepon)?” kejar Subroto ingin tahu lebih banyak. “Tadi, (Jum’at 11/4/2014) Pak Ngadiono datang ke rumah,” jawab Supardi singkat.

“Ya, ya. Tapi panjengan pernah bilang, kekurangannya (selisihnya) dengan Dik Pur (Purwanti SH, caleg no urut 8 dari Gerindra) 300 suara.”  Supardi menjawab, “Nek sementara ini Pak Ngadiono masih unggul. Yang dikhawatirkan adalah perhitungan akhir. Pak Ngadiono ingin mencari aman.”

Tadi Anda bilang, Ngadiono kurang 300 suara. – Supardi menyahut, “La iya, Maksudnya 
Pak Ngadiono masih perlu 300 suara, supaya dia tetap dalam aman.” Jadi sekarang Ngadiono yakin dalam posisi unggul atas Purwanti SH? “Kata pak Ngadiono begitu Pak Broto.”

Dan saya dengar, Ngadiono sudah membuat pernyataan unggul/menang atas Purwanti melalui media lokal. Apa itu benar Pak Pardi. “Belum-belum Pak Broto.” Tetapi saya dengar begitu Pak Pardi.

“Wah saya malah tidak tahu. Yang jelas begini Pak Broto, saya tadi (Jum’at 11/4/2014) ditemui Pak Ngadiono di depan RS  Nur Rohmah. Kalau bisa, saya diminta mencarikan tambahan suara. Karena Purwanti caleg dari Dapil II, sementara Pak Ngadiono dari dapil I. Pak Ngadiono kuatir Purwanti bermain dengan  PPK Nglipar dan Gedangsari. Sementara kalau saya diminta mengakses PPK Ngawen saya tidak berani Pak Broto.”

“Pak Broto punya akses dengan PPK Patuk ya?” Supardi mulai berani bertanya. “Kalau saya jelas ada Pak Pardi.” –O, begitu ya Pak. Terus Pak Broto kersane pripun? – La pak Ngadiono mau bagimana?  - Kalau pak Ngadiono tetap berkomitmen Pak Broto. – Komitmen ngadiono seperti apa Pak Pardi?

– Wah ya itu yang perlu dibicarakan. Kalau Patuk yang nyoblos gambar Partai Gerindra ada nggak Pak Broto. – Lho mustinya Ngadiono lebih tahu soal itu pak Pardi, saya kan dari partai Hanura. Saya tidak ngurusi partai lain.

- Kalau Patuk banyak pemilih yang nyoblos gambar partai Gerindra, Pak Ngadiono menghendaki itu ditarik ke by name Ngadiono. Maksudnya begitu  Pak Broto. –Emmm ..... begitu. Jadi saya difungsikan sebagai jangkarnya Ngadiono di PPK kecamatan Patuk?
“Wani Piro?” demikian komentar pengamat politik segmen perempuan, Mudi Lestari (60), sembari geleng kepala menyimak rekaman audio yang beredar luas di publik, wilayah Kecamatan Patuk.

Lebih lanjut Mudi Lestari mengatakan, tingkah politik Ngadiono, benar telah malampaui batas. Dia memberi suport ke Purwanti SH, agar berjuang keras melawan kezolilan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Menurut Anda

DHANDHANG-GULA NALISIR

Siji Gunungkidul  ing mangsa kawuri  Alas wingit 'king tebih sinawang Sato galak panunggune. Jalma nerak keplayu Asri wana caketing ati ...