Kamis, 08 Juli 2021

HIDUP DALAM KEBERSAMAAN, MATI DALAM KESENDIRIAN

Reffly Harun ahli hukum tata negara dalam kanal Youtube yang keren cadas bilang, dilihat dari amanat konstitusi bahwa  tugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, sesungguhnya Presiden Jokowi sudah gagal. 


Saat mengucapkan kalimat itu Reffly Harun lupa bawa Presiden Joko Widodo sesungguhnya tidak ada tugas melindungi segenap nyawa. 


Pandemi Covid-19 itu bukan lagi menjadi ranah suatu kaum atau bangsa, tetapi telah memasuki wilayah di luar kemampuan dan kewenangan manusia. 


Dalilnya sederhana, bahwa semua makhluk yang bernyawa dipastikan bakal mati, dan setiap makhluk bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin dan kehendakNya.


Sementara kematian itu datang  dengan dua cara, mati  individual dan mati secara massal. 


Berguru pada sejarah, kematian massal itu terjadi karena manusia berdusta, kemudian diazab.


Mati karena banjir menimpa umat Nabi Nuh Alaihissalam. Mati pula  Fir'aun dengan bala tentaranya yang jumlahnya ribuan tenggelam di Laut Merah, sebab mereka menentang  Nabi Musa Alaihissalam.


Mati karena angin topan yang dingin itu dialami Kaum Ad. Ini kematian massal yang tidak bisa dicegah dengan cara apa pun.


"Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum `Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk)."


Tak beda jauh, dengan pandemi Covid-19 yang turun di berbagai belahan bumi. Itu karena kewenangan atau hak prerogatifNya.


Presiden Indonesia, siapa pun orangnya, termasuk Reffly Harun sekalipun pasti tidak akan mempu melindungi segenap nyawa.


Di dalam menjalani hidup memang  selalu ada kebersamaan, tetapi menghadapi kematian, itu mejadi urusan perseorangan. 


Tidak ada contoh bahwa manusia sanggup menghalangi, saat Izroil menjalankan tugas menjemput ribuan bahkan jutaan nyawa dalam sedetik.


Maka janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan muslim. 


(Bambang Wahyu Widayadi)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Menurut Anda

DHANDHANG-GULA NALISIR

Siji Gunungkidul  ing mangsa kawuri  Alas wingit 'king tebih sinawang Sato galak panunggune. Jalma nerak keplayu Asri wana caketing ati ...