WONOSARI, -Satuan pendidikan yang berada di Zona Kuning, Oranye, dan Merah, dilarang melakukan proses kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Mereka diminta tetap melanjutkan belajar dari rumah (BDR).
Larangan tersebut sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2O2O tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Di.sease 2019 (COVID-19).
Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gunungkidul perlu segera memetakan zona, baik kuning, oranye, merah maupun hijau.
Hal tersebutberguna untuk keperluan bagi anak PAUD, TK, SD dan SMP, karena sebentar lagi memasuki tahun pelajaran baru.
Dikonfirmasi, Kadisdikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid menjelaskan, belum melakukan pendataan, terkait yang boleh tatap muka dan yang tidak.
"Karena yang nenentukan peta zona adakah Satuan Gugus Tugas," ujar Bahron, (27/6/20).
Tetapi, lanjut Bahron, karena tanggal 13 Juli 2029 dimulai tahun plajaran, maka masuk secara tatap muka atau masih blajar di rumah tetap menunguu sikon versi Gugus Tugas.
"Walaupun begitu, kami sudah mnyiapkan skenario. baik cara masuknya, termasuk protokol kesehatan, sekaligus kurikulum yang disesuaikan," terang Bahron.
Secara tetpisah, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi selaku Ketua Gugus Tugas menyatakan, pemetaan zona sedang dipersiapjan.
"Iya, semula zonasi dari DIY. Tapi saya tidak cocok dengan status yang diberikan (oranye), karena dilihat dari dinamika covid Gunungkidul masih lebih baik dari Sleman. Sebab itu kami akan membuat peta sendiri sesuai standar nasional," jelas Immawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul dr. Dewi Irawati, selaku pembuat peta zona mengaku sudah menyiapkannya.
"Insya Allah segera kami laporkan ke Gugus Tugas, Selasa 30 Juni 2020. Bila Gugus Tugas setuju baru dipublikasikan," tukas dr. Dewi Irawati.
Bambang Wahyu Widayadi
Ikuti soleram si anak manis, jangan dilewatkan peristiwa yang ditulisnya, karena enak dibaca
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
DHANDHANG-GULA NALISIR
Siji Gunungkidul ing mangsa kawuri Alas wingit 'king tebih sinawang Sato galak panunggune. Jalma nerak keplayu Asri wana caketing ati ...
-
BANJIR JAKARTA tanpa solusi, ungkap salah satu stasiun tivi nasional pada reportase petang. Saya terusik. Saya berniat menghadap SBY. M...
-
Immawan Wahyudi WONOSARI, Wakil Bupati Gunungkidul sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 menengarai, bahwa peningkatan jumlah orang terk...
-
Calon Bupati Nomor Urut 3, Drs. Bambang Wisnu Handoyo mengatakan, pola dan budaya pertanian warga Gunungkidul menjadi kendala utama bagi pe...
-
Ponikem dibantu marno serahkan santunan Partai Nasdem berhasil mengelabuhi Udang-Undang Pemilu. Memamsuki masa kampanye pilihan legesla...
-
BWH, tengah KARANGMOJO, Bambang Wisnu Handoyo (BWH) begitu meraih SK Penetapan menjadi bakal Pasangan Calon Bupati dari DPP PDI-P, didam...
-
Daerah Pemilihan dan jatah kursi bakal calon anggota legeslator diumumkan, parpol non parlemen sebagian kedodoran memenuhi kuota. ...
-
Dr. Immawan Wahyudi, MH SALAH SATU WARGA Gadungsari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Winosari datang kepada saya. Dia meminta agar s...
-
Seorang lelaki ditodong pertanyaaan pendek, "Untuk Apa Virus Covid-19 itu diciptakan?" Pertanyaan itu, demikian Lelaki tersebut m...
-
Calon Bupati Gunungkidul yang bertarung pada Rabu Wage 9 Desember 2020, Nomor Urut 1 hingga Nomor Urut 4 secara linier rupanya ada dalam alu...
-
WONOSARI, Untuk sementara Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul muncul empat pasang, dua telah resmi mengantongi SK, dua yang lai...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagaimana Menurut Anda