Minggu, 25 Oktober 2020

Mayor Duel Dengan Profesor, Doktor dan Sarjana

Debat di depan publik yang digelar KPU Gunungkidul di TVRI Yogyakarta jam 19.30 untuk putaran pertama bagi Paslon Bupati dan Wakil Bupati, jatuh hari Selasa Legi 27 Oktober 2020. Salah satu politisi partai besar menyangsikan kemampuan Mayor Sunaryanta, karena yang dihadapi adalah satu orang profesor, satu orang doktor dan satu orang berpendidikan sarjana. 


Sunaryanta, kepada awak media mengaku, memang tidak menyiapkan naskah akademis, terkait tema menurunkan angka kemiskinan untuk kesejahteraan sosial. Faktanya, saat ini kemiskinan di Gunungkidul memang masih bertengger di angka 16,6%. 


Sunaryanta bilang, tidak akan memaparkan  angka kemiskinan secara ilmiah. Dia lebih  tertarik mencari  biang atau penyebab, mengapa kemiskinan itu terjadi di Gunungkidul.  


Tidak meratanya kesejahteraan, menurut Sunaryanta, menjadi salah satu indikator kemiskinan. Penyebabnya, salah satu diantaranya adalah pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul sangat kecil.


Untuk menuju Gunungkidul sejahtera dengan ukuran angka kemiskinan di bawah  dua digit, (di bawah 10%), Pemkab  harus fokus meningkatkan PAD, yang saat ini masih berada di angka  Rp 1.701.244.592,15, kata Sunaryanta mengutip Raperda RAPBD yang diajukan Bupati Hj. Badingah, S.Sos, di dalam paripurna DPRD pertengagan Oktober 2020.


"Apa yang mau dibagi, dan uang siapa yang mau diratakan demi kesejahteraan bersama, kalau PAD sangat kecil, dua trilyun saja tidak ada, sementara penduduk yang perlu disejahterakan lebih dari 700 jiwa, tegasnya (24/1020).  


Untuk itu, lanjut Sunaryanta, terobosan sumber PAD baru harus dicari. Pengelolaan limbah medis demikian dia mengambil contoh, di Gunungkidul belum dijamah sama sekali, padahal di  Surabaya, limbah medis menyumbang trilyunan rupiah untuk PAD.  


BUMD yang yang telah ada seperti BGD juga PDAM perlu didorong agar sumbangan terhadap PAD bermanfaat bagi masyarakat. 


Khusus. PDAM dia menyatakan, ketersediaan air harus memenuhi standar 3K (kualitas, kuantitas, dan kontinuitas).     Pada masa kampanye, saya berkeliling Gunungkidul selama 29 hari. Banyak saya jumpai sumber air yang di musim kemarau airnya melimpah. Di Kapanewon Panggang ada Goa Doplang, yang itu sesungguhnya bisa dikelola oleh BUM DESA, sehingga urusan droping air bisa diminimalisir.  


 "Air, bagi saya adalah kebutuhan pokok. PDAM dan BUM DESA, atau SPAM IKK Oya Wening di Kapanewon Patuk harus mensejahterakan warga, bukan sebaliknya. Mengurusi air identik dengan menekan atau mengurangi kemiskinan. Ratusan juta bisa dialihkan dan diratakan untuk keperluan lain, tidak sebatas untuk pebisnis Tanki Rp 150 ribuan," ungkap Sunaryanta.  


Berbicara kesulitan pupuk, berdasarkan obrolan kilat dengan petani peladang, menurut Sunaryanta, tidak begitu krusial. 


Menurutnya, petani masih rajin menggunakan pupuk kandang dan kompos. Bahkan ada yang berani menyebut, tidak tergantung pada pupuk pabrik, kualitas tanah pertanian versi petani, bila kebanyakan  pupuk pabrik justru memburuk.   


Terkait ketahanan pangan, guna menekan angka kemuskinan Sunaryanta berpendapat, pemerintah tidak perlu fanatik padi jagung dan kedelai (pajale). Yang pokok, warga Gunungkidul perlu digerakkan menggarap lahan tidur. 


Dia setuju ajakan Ir. Arintoko, bahwa nandura sing mbok pangan, mangana sing mbok tandur. Menanam pangan jenis apapun,  bisa dilakukan di lahan lahan tidur, dilakukan serentak, secara bersama sama.  


Gunungkidul membangun, gambarannya seperti itu. Saya warga biasa yang tidak bisa berbuat banyak, tanpa dukungan sedulur yang jumlahnya 16,6% dari     700.000 jiwa, kata anak petani itu merendah.


Sementara itu, politisi sekaligus Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Purwanto, ST menyimak, soal status kependidikan 4 calon Bupati Gunungkidul.


"Yang  tidak  dicermati, No  1 bergelar propfesor,  No. 2 doktor,  No 3 sarjana, dan 4 SMA," tulis Purwanto" ST via aplikasi WhatsApp, jauh sebelum debat dilakukan.   


(Bambang Wahyu Widayadi)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Menurut Anda

DHANDHANG-GULA NALISIR

Siji Gunungkidul  ing mangsa kawuri  Alas wingit 'king tebih sinawang Sato galak panunggune. Jalma nerak keplayu Asri wana caketing ati ...