Selasa, 13 Oktober 2020

PEREKONOMIAN DUNIA BAKAL SEMAKIN BURUK


Seluruh negara di dunia sambat, pada masa pandemi corona, perekonomian mereka hancur. Sibuk mencari solusi pemulihan, tidak satupun pemimpin dunia mengucap syukur, mulat sarira hangrasa wani. Rabu Wekasan, 14/10/20 ada isyarat 360.000 musibah diturunkan. Tidak mustahil tata perekonomian dunia akan makin memburuk.


Corona menyebar ke seluruh penjuru dunia, merujuk satu tuntunan yang mustahil salah, adalah satu musibah yang telah ditetapkan. Meratakan corona, tidak sulit, karena Allah adalah Pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu.


 Hancurlah, maka hancur pula perekonomian seperti yang dirasakan banyak orang, mulai April 2020, dan sampai kapan kehancuran itu pulih, manusia tidak akan pernah tahu kapan dan di mana batasnya.      


Banyak pemimpin berpikir bawa pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) bisa menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh pandemi, sementara faktanya sangat kedodoran.   

Terlalu sedikit, bahkan nyaris tidak terjadi, bawa para pemimpin bermunajat, meminta kepada Sang Pemilik supaya corona diralat, maksudnya ditarik agar tidak memporak porandakan bumi, dan mengahancurkan ekonomi.


Dan tuntunan itu sesungguhnya cukup jelas, mintalah kepada-Ku, pasti aku akan mengabulkan permohonan hamba-Ku. 


Seluruh pemimpin Indonesia mulai dari Presiden sampai Lurah, bahkan Dukuh, sepatutnya merujuk, atau minimal  mengingat, bahwa Indonesia merupakan negara Berketuhanan Yang Maha Esa, sebagaimana tertulis di dalam Pasal 29 UUD 1945.   


 Dikutip dari narasi para ulama, Rabu Pon, tanggal 14 0ktober 2020, bertepatan dengan tanggal 27 Safar 1441 Hijriah. Artinya, umat Islam memasuki hari yang dikenal dengan istilah Rabu Pungkasan, atau Rabu Wekasan.

    

Rabu Pungkasan adalah Rabu  terakhir di bulan Safar sebelum memasuki Bulan Maulid (Mulud) atau Rabbiul Awal. 

 

Hari itu, Rasulullah Muhammad SAW  jatuh sakit, selama 12 hari berturut turut. Sakit beliau dimulai Rabu terakhir Bulan Safar. Pada hari Ke-12, hari Senin bulan Maulid Rasulullah Muhammad SAW wafat.   


Pada hari itu Pula (Rabu Pungkasan) Allah menurunkan  360.000 macam musibah baik kecil maupun besar, berlaku untuk seluruh mahluk di langit dan bumi dimulai dari fajar subuh di hari Rabu 27 Safar H.  Untuk itu para ulama menyarakan agar umat Islam mekakukan doa bersama dan dersedakah, karena sedekah  mampu menolak musibah. 


Rasulullah Muhammad SAW berwasiat, "Bersegeralah untuk bersedekah, karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah".     


Tahun 2020, Rabu wekasan jatuh pada hari Selasa pahing malam Rabu Pon. Indonesia yang penduduknya tetbilang sebagai pemeluk agama Islam terbesar di dunia, apakah ada upaya munajat  dan sedekah, agar musibah dosisnya tidak ditambah?


(Bambang Wahyu Widayadi)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Menurut Anda

DHANDHANG-GULA NALISIR

Siji Gunungkidul  ing mangsa kawuri  Alas wingit 'king tebih sinawang Sato galak panunggune. Jalma nerak keplayu Asri wana caketing ati ...