Mengisi hari tua itu bisa dengan cara beragam, yang penting harus beraktifitas tidak boleh diam saja. Hampir setiap orang bisa menjadi petani juga peternak dengan menembangkan model pertanian tanpa limbah.
"Saya memilih mengisi masa tua dengan bertani, disamping menjalankan bisnis yang sudah lebih dulu aku rintis dan alhamdulillah masih berjalan mapan," ujar mantan anggota DPRD DIY, Slamet, S.Pd. MM, (7/10/20).
Dalam bertani Slamet pilih menanam pisang karena tidak rumit dan tidak ribet. Sekali tanam, menurutnya akan tetap menghasilkan sepanjang tahun dengan perawatan sederhana.
Guna memanfaatkan limbah pisang (daun) Slamet Harjo piara sapi indukan. Dia mencoba terapkan konsep bertani tanpa limbah.
Maksudnya, demikian dia menjabarkan, limbah atau daun psang, bahkan gedebok basah diberikan sapi, kemudian kotoran sapi dimanfaatkan untuk memupuk pisang.
"Ke depan kotoran sapi bisa juga untuk energi dengan konsep biogas," tegasnya. Ketika daun pisang tidak mencukupi, sebagai tambahan pakan, Slamet merumput, secara online, membeli jerami.
Dia, dengan kelompoknya menjemur jerami kemudian melakukan packing ( bongkok ) dan menyimpan di tempat teduh/gudang. Sewaktu-waktu tinggal berikan ke sapi.
"Mengembangkan pertanian dengan model tanpa limbah, bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk pabrik," simpul politisi Golkar yang kini berada di luar struktur itu.
(Bambang Wahyu Widayadi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagaimana Menurut Anda