Rabu, 07 Oktober 2020

Pertanian Tanpa Limbah Mengurangi Ketergantungan Pupuk Pabrik


Mengisi hari tua itu bisa dengan cara beragam, yang penting harus beraktifitas tidak boleh diam saja.  Hampir setiap orang bisa menjadi  petani juga peternak dengan menembangkan model pertanian tanpa limbah.   

 "Saya memilih mengisi masa tua dengan bertani, disamping menjalankan bisnis yang sudah lebih dulu aku rintis dan alhamdulillah masih berjalan mapan," ujar mantan anggota DPRD DIY, Slamet, S.Pd. MM, (7/10/20).   

  Dalam bertani Slamet pilih menanam pisang karena tidak rumit dan tidak ribet. Sekali tanam, menurutnya akan tetap menghasilkan sepanjang tahun dengan perawatan sederhana.  

  Guna memanfaatkan limbah pisang (daun) Slamet Harjo piara sapi indukan. Dia mencoba terapkan konsep bertani tanpa limbah. 

   Maksudnya, demikian dia menjabarkan, limbah atau daun psang, bahkan gedebok basah diberikan sapi, kemudian kotoran sapi  dimanfaatkan untuk memupuk pisang.  

   "Ke depan kotoran sapi bisa juga untuk energi dengan konsep biogas," tegasnya.     Ketika daun pisang tidak mencukupi, sebagai tambahan pakan, Slamet  merumput,  secara online, membeli jerami.  

   Dia, dengan kelompoknya menjemur  jerami kemudian melakukan packing ( bongkok ) dan menyimpan di tempat teduh/gudang.  Sewaktu-waktu tinggal berikan ke sapi.   

  "Mengembangkan pertanian dengan model tanpa limbah, bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk  pabrik," simpul politisi Golkar yang kini berada di luar struktur itu.   

  (Bambang Wahyu Widayadi)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Menurut Anda

DHANDHANG-GULA NALISIR

Siji Gunungkidul  ing mangsa kawuri  Alas wingit 'king tebih sinawang Sato galak panunggune. Jalma nerak keplayu Asri wana caketing ati ...